Kamis, 23 Maret 2017

Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Ejakulasi Dini


GoDok – Hingga sekarang, kemampuan seorang laki-laki dalam memuaskan pasangannya di ranjang masih menjadi tolak ukur kejantanan. Hal inilah yang kemudian menjadikan peristiwa ejakulasi dini musuh besar bagi laki-laki. Sehingga, berusaha Ejakulasi dini terjadi ketika seorang pria terlalu cepat mengeluarkan sperma sebelum mencapai klimaks saat bercinta. Demi menghilangkan kondisi yang “memalukan” tersebut, para pria rela melakukan banyak hal. Namun, tahukah Anda sekalian tentang apa sebenarnya penyebab dari ejakulasi dini? Dan bagaimana cara mengatasinya? Jika ternyata belum, yuk simak baik-baik pembahasan berikut ini!
Apa sih penyebab ejakulasi dini?
Sejatinya, ejakulasi dini dapat disebabkan oleh beberapa faktor psikologis, yang di antaranya adalah :
1. Melakukan masturbasi terlalu sering
Seperti yang telah Anda ketahui, masturbasi biasanya dilakukan untuk mencapai kepuasan seks tanpa harus berhubungan intim. Hal ini sebenarnya umum dilakukan oleh siapapun. Namun, ketika dilakukan secara berlebihan, masturbasi justru dapat menimbulkan efek stres, kelelahan, dan gangguan daya ingat. Mengapa? Sebab, saat melakukan masturbasi, tubuh Anda yang tidak harus menyesuaikan waktu ejakulasi dengan pasangan akan membuat pola tersendiri dalam mencapai klimaksnya. Ketiadaan “lawan” dalam berhubungan intim inilah yang membuat tubuh menjadi tidak terlatih dalam mengontrol terjadinya ejakulasi. Hasilnya, Anda akan lebih sering mengikuti pola ejakulasi di saat masturbasi, bahkan saat berhubungan intim dengan pasangan Anda, sehingga terjadilah ejakulasi dini.
2. Memiliki fantasi yang berlebihan
Terkadang, membayangkan moleknya tubuh wanita lain ketika bersanggama dengan pasangan adalah salah satu cara untuk mendapatkan kepuasan lebih. Namun, ketika Anda terlalu sering melakukannya, hal ini akan mempengaruhi pencapaian ejakulasi Anda. Percayalah, fantasi seksual yang berlebihan ini dapat menyebabkan perbedaan ritme hubungan intim antara Anda dan pasangan, sehingga memicu terjadinya ejakulasi dini.
3. Terlalu sering menonton film porno
Hayo, apakah Anda termasuk yang gemar menonton video porno? Hati-hati, lho, sebab jika kelewat sering menonton film porno, lama kelamaan Anda akan berpikir bahwa Anda sama hebat dan jantannya dengan si bintang blue film. Ketika Anda menjadikan hal ini sebagai standar kejantanan, dan justru tidak bisa mencapainya, kenyataan tersebut  akan menimbulkan perasaan cemas dan tidak percaya diri. Kecemasan inilah yang dapat memicu terjadinya ejakulasi dini.
Selain ketiga faktor kebiasaan tidak sehat di atas, terdapat pula sejumlah faktor biologis yang dapat menyebabkan ejakulasi dini, yaitu :
  1. Kadar hormon yang tidak normal (terlalu banyak atau terlalu sedikit)
  2. Kadar zat kimia pada otak atau neurotransmiter yang tidak normal
  3. Aktivitas refleks dari sistem ejakulasi yang abnormal
  4. Adanya penyakit tiroid
  5. Terdapat infeksi dan peradangan pada prostat atau uretra
  6. Faktor genetis
Lalu, bagaimana cara mengobatinya?
Selain dengan obat, ejakulasi dini dapat diatasi dengan melakukan beberapa latihan dan teknik relaksasi untuk membantu mengatasi ejakulasi dini, antara lain :
1. Alihkan perhatian Anda
Jika Anda termasuk mereka yang sering membayangkan hal-hal erotis ketika sedang berhubungan intim, cobalah alihkan perhatian Anda dari pikiran tersebut. Hal ini dapat membantu mengurangi gairah Anda  naik terlalu cepat.
2. Praktikkan metode dalam menahan ejakulasi
Terdapat beberapa metode yang bisa dilakukan untuk menstimulasi dan mengontrol gairah seksual Anda, salah satunya adalah metode Stop and Start. Ketika hampir mencapai orgasme, berhentilah bergerak selama 30 detik dan biarkan gairah Anda sedikit menurun. Ulangi hal ini sebanyak beberapa kali, hingga Anda kemudian benar-benar mencapai ejakulasi di waktu yang tepat. Selain itu, Squeeze juga salah satu metode yang dapat Anda coba. Praktikkan metode ini dengan menekan bagian pangkal penis selama beberapa detik. Hentikan hal ini dalam waktu 30 detik dan ulangi lagi, hingga kemudian Anda mencapai ejakulasi.
3. Manfaatkan senam kegel.
Siapa yang tahu tentang senam kegel? Anda dapat memanfaatkan senam ini untuk mencegah terjadinya ejakulasi dini dengan menahan air seni saat sedang buang air kecil selama 10 detik. Lakukan hal ini sebanyak tiga kali dengan waktu istirahat 10 detik setiap kali akan memulainya. Bila air seni berhasil berhenti, berarti kontraksi otot panggul (otot pubokoksigis) telah berhasil Anda lakukan. Terapkanlah hal ini secara teratur agar dapat  membantu kontraksi otot guna menahan ejakulasi.
4. Gunakan kondom khusus.
Jarang yang mengetahui bahwa kondom yang dilengkapi dengan benzocaine pada ujungnya dapat membantu memperpanjang waktu ereksi dan mengendalikan waktu ejakulasi. Benzocaine merupakan obat anestesi ringan yang meskipun dapat menurunkan sensasi seksual, namun tetap dapat membuat Anda menikmati aktivitas tersebut.
Jika usaha di atas masih belum membuahkan hasil, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan saran dan obat yang sesuai dengan kondisi Anda. Semoga bermanfaat!
Baca juga artikel terkait mengenai benarkah Ukuran Mr P Mempengaruhi Kemesraan di Ranjang? Klik di sini

Rabu, 22 Maret 2017

Gusi Anda Berdarah? Mungkin Saja Ini Penyebabnya


GoDok -Hampir setiap orang pernah mengalami gusi berdarah, salah satunya mungkin saja Anda. Seringkali, kondisi ini  dianggap sepele dan Anda biarkan berlalu begitu saja. Eits, jangan salah! Gusi berdarah bisa saja disebabkan oleh kurangnya Anda merawat kesehatan gigi, lho!
Gusi, yang dalam dunia kedokteran gigi disebut gingiva, merupakan jaringan lunak di atas tulang yang berfungsi mengikat gigi pada posisinya dalam lengkung rahang. Dalam kondisi sehat, gusi Anda akan terlihat menutupi sepertiga permukaan atas bagian gigi, memiliki warna merah muda, bertekstur kenyal dan kuat, serta tidak mudah berdarah saat Anda menyikat gigi. Harus Anda ketahui, bahwa peran gusi memiliki peran yang amat penting, yaitu menjaga agar gigi tetap melekat kuat pada tempatnya. Karenanya, gusi menjadi salah satu bagian dari rongga mulut Anda yang sudah tentu harus selalu dijaga kesehatannya.
Nah, saat gusi menjadi mudah berdarah ketika menyikat gigi atau mengonsumsi sesuatu, hal ini dapat berarti Anda kurang merawat bagian-bagian tertentu gigi Anda, atau memiliki kebiasaan yang merusak gigi. Lantas, hal-hal apa lagi sih yang dapat menyebabkan perdarahan pada gusi? Jawabannya dapat Anda simak pada poin-poin berikut ini :
a. Penyakit tertentu
Seseorang yang tengah menderita penyakit berupa gangguan pada sistem peredaran darah seperti hemofili, leukemia, dan HIV/AIDS atau penyakit sistemik seperti diabetes, dapat mengalami kerusakan pada jaringan gusi. Selain penyakit-penyakit tersebut, kondisi gigi yang sudah mati (gigi gangren) juga bisa menyebabkan terbentuknya nanah/pus di dalam gusi sehingga gusi menjadi mudah berdarah.
b. Penumpukan plak yang berlebih
Tentu Anda sudah mengetahui bahwa plak pada gigi mengandung banyak bakteri. Nah, plak yang banyak menumpuk di permukaan gigi ini merupakan salah satu hal penyebab radang pada gusi yang dinamakan gingivitis. Kondisi ini menyebabkan gusi membengkak sehingga menjadi mudah berdarah, terutama pada saat menyikat gigi.
c. Karang gigi (kalkulus)
Karang gigi, yang pada dasarnya terbuat dari tumpukan plak-plak gigi, sudah pasti mengandung bakteri yang sangat banyak. Kalkulus yang menempel pada permukaan gigi ini bisa saja menyebabkan reaksi inflamasi (peradangan) pada gusi sehingga gusi menjadi mudah berdarah. Bahkan, gusi dapat pula mengalami perdarahan spontan karena hal ini meskipun Anda tidak sedang menyikat gigi. Jadi, lebih baik Anda mulai merawat gigi sejak dini, agar tidak timbul karang gigi.
d. Trauma mekanis berlebih
Jika Anda punya kebiasaan menggosok gigi terlalu keras, mengulik gigi menggunakan tusuk gigi, membuka tutup botol kaleng dengan gigi, dan tidak mengganti gigi palsu yang sudah tidak pas di dalam rongga mulut, berhati-hatilah. Sebab, kesemua hal itu dapat melukai gusi sehingga gusi mudah berdarah.
e. Medikasi atau konsumsi obat tertentu
Jarang yang mengetahui bahwa mengonsumsi obat tertentu dapat menimbulkan efek samping gusi berdarah. Salah satunya adalah konsumsi obat dilantin yang dapat mengakibatkan pembesaran gingiva, serta konsumsi obat aspirin yang memperpanjang waktu penggumpalan darah gusi, sehingga gusi menjadi mudah berdarah.
f. Kondisi hormonal
Meskipun terkesan ganjil, namun kondisi di mana gusi berdarah merupakan salah satu hal yang cukup sering dialami oleh ibu hamil. Hal ini disebabkan oleh kondisi hormonal pada masa kehamilan yang menyebabkan pembesaran pada gusi (hipertrofi gingiva) sehingga gusi mudah berdarah. Kondisi ini biasanya terjadi pada 3 bulan pertama kehamilan dan tidak berbahaya sama sekali. Meski begitu, jika pendarahan terjadi terus-menerus dan tidak berhenti, segeralah periksakan hal ini ke dokter kandungan Anda.
Semoga bermanfaat!

Selasa, 21 Maret 2017

Sebelum Terlambat, Ayo Berkenalan dengan Asam Urat!


GoDok – Pernahkah Anda melihat seseorang yang jari tangan atau kakinya membesar atau membengkak? Biasanya, para penderita penyakit asam urat akan memiliki kondisi ini. Selain pada daerah tersebut, pembengkakan juga terjadi pada bagian tubuh atau sendi lainnya, seperti, telapak kaki, lutut, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan siku. Jangan salah, mereka tidak hanya menderita karena bengkak, lho! Bagian tubuh yang membengkak juga akan terasa sakit jika tersentuh atau digerakkan. Akibatnya, para penderita penyakit asam urat seringkali merasa kesulitan untuk berjalan atau melakukan aktivitas lainnya. Mengerikan sekali, ya! Untuk menghindari terjadinya penyakit asam urat, Anda perlu memahami terlebih dahulu mengenai penyebab dan risiko usianya.
Apa sih penyakit asam urat itu?
Kondisi asam urat, dikenal juga sebagai uric acid atau gout, merupakan penyakit yang disebabkan oleh tingkat asam urat yang tinggi, alias hyperuricemia karena kandungan asam urat berlebih di dalam darah. Asam urat merupakan produk yang dihasilkan oleh tubuh ketika kandungan purin dalam makanan melalui proses pencernaan. Jika zat purin ini menumpuk, maka munculah kandungan asam urat yang berlebihan pada tubuh. Lalu, ketika asam urat menumpuk di sekitar sendi, gejala penyakitnya akan timbul pada sendi-sendi tersebut. Ketika Anda mengalami asam urat, Anda akan merasakan bagian tubuh atau sendi Anda membengkak, nyeri, dan bahkan terasa panas.
Namun jangan salah, penyakit ini berbeda lho dengan rematik. Artritis rhematoid, alias penyakit rematik, merupakan peradangan pada sendi-sendi di beberapa bagian dalam tubuh yang pada akhirnya akan membuat pasien mengalami perubahan bentuk pada sendi.
Perbedaan keduanya dapat Anda amati melalui gejala nyeri yang timbul. Ahli rheumatologi dari Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, dr. Andry Reza Rahmadi, SpPD, M.Kes, menyatakan bahwa nyeri sendi pada asam urat cenderung hanya terjadi pada satu bagian tubuh saja. Sedangkan penyakit rematik akan lebih bersifat simetris, dalam artian jika sendi kanan Anda terkena rematik, sendi kiri juga akan turut terkena.
Risiko umur penderita
Faktanya, sekitar 1 dari 5 orang memiliki risiko yang tinggi untuk terkena penyakit asam urat. Penyakit ini lebih rentan menyerang laki-laki yang berusia di atas 30 tahun daripada perempuan. Pada penderita perempuan, penyakit ini berisiko muncul setelah masa menopause.
Penyebab asam urat
Selain risiko umur, pola hidup dan pola makan yang tidak sehat juga dapat meningkatkan risiko terkena asam urat, lho. Berikut beberapa kebiasaan konsumsi Anda sehari-hari yang harus Anda perhatikan :
– Sering mengonsumsi makanan yang mengandung zat purin tinggi, seperti daging merah, jeroan (hati, jantung, paru, usus), dan sajian bahari (kerang, udang, kepiting, ikan teri) dapat mengakibatkan penumpukan zat asam urat di dalam tubuh.
– Mengonsumsi minuman yang mengandung pemanis, baik buatan maupun alami, secara terus menerus.
– Sering mengonsumsi obat-obatan seperti niacin, aspirin, obat penyakit Parkinson (levodopa), obat-obatan kemoterapi, serta obat-obatan penurun tekanan darah.
Selain pola hidup, masalah kesehatan tubuh Anda juga dapat memicu penumpukan asam urat. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, hipotiroidisme, leukemia, obesitas, dan masalah lainnya, Anda kemungkinan mengalami asam urat meskipun pola hidup Anda sudah sehat. Untuk mengurangi risiko penyakit asam urat, ubahlah secara perlahan kebiasaan Anda untuk menghindari hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya. Selamat mencoba!

sumber: www.go-dok.com
#sehatitumudah


Tertawalah dan Rasakan Segudang Manfaatnya!



GoDok- Tertawa merupakan ekspresi alami manusia dalam menunjukkan kebahagian dan rasa senang. Begitu positifnya dampak tertawa yang bisa Anda rasakan bagi jiwa, sampai-sampai Charles Dicken -pengarang fiksi ternama dari Inggris- dalam suatu bukunya pernah menulis; “There is nothing in the world so irresistibly contagious as laughter and good humor,”. Memang, bagi kebanyakan orang, tertawa bisa bikin ketagihan. Ditambah lagi, tertawa juga digadang-gadang memiliki segudang manfaat bagi kesehatan mental dan fisik. Benarkah?
Steve Wilson, seorang psikologis ahli terapi tertawa, mengatakan bahwa tertawa  hampir sama dengan melakukan olahraga ringan. Pada saat tertawa otot-otot di sekitar wajah dan tubuh diregangkan, nafas dan denyut nadi menjadi lebih cepat, serta tekanan darah meningkat yang menyebabkan oksigen lebih banyak masuk ke dalam tubuh. Wah, banyak juga, ya. Mau tahu manfaat tertawa lainnya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Manfaat tertawa bagi kesehatan fisik
Banyak yang meragukan fakta bahwa tertawa lebar dapat memberikan manfaat signifikan terhadap kesehatan fisik. Padahal faktanya, kebaikan tertawa untuk tubuh bukan sekadar omong kosong, lho! Tidak percaya? Simak saja penjelasan tentang manfaatnya berikut ini, seperti :
1. Memperlancar aliran dan menurunkan tekanan darah
Berdasarkan penelitian yang diadakan oleh University of Maryland, pembuluh darah seseorang yang sedang menonton komedi terbukti bekerja lebih lancar dibandingkan mereka yang menonton drama. Hal ini dikarenakan tertawa memiliki efek yang dapat meningkatkan aliran darah dan memperlancar pembuluh darah sehingga secara tidak langsung juga melindungi jantung Anda. Karena hal inilah, para penderita penyakit jantung dan hipertensi dianjurkan untuk banyak tertawa.
2. Mencegah penyakit
Pada kebanyakan orang, tingkat stres dapat berhubungan erat dengan penurunan pada respon sistem imun. Karenanya, banyak orang berpendapat bahwa seseorang yang jarang stres karena banyak tertawa, memiliki sistem imun yang bagus. Untuk memperkuat pendapat tersebut, sejumlah studi juga memperlihatkan bahwa kemampuan seseorang dalam menggunakan selera humornya bisa meningkatkan kandungan antibodi yang bertugas memerangi infeksi di dalam tubuh. Berkat hal ini, sistem kekebalan tubuh dapat melawan infeksi untuk mencegah berbagai penyakit.
3. Pereda sakit
Apakah Anda sedang menderita sakit gigi? Atau nyeri pada masa haid? Jika iya, banyaklah tertawa dengan menonton komedi atau bercengkerama dengan orang yang gemar melawak. Sebab, tertawa dapat menghasilkan zat endorphin, yang berguna untuk meredakan rasa sakit pada tubuh. Karena hal inilah, penderita kanker yang baru selesai menjalani kemoterapi dianjurkan untuk  banyak tertawa guna mengurangi rasa nyeri.
4. Membakar kalori
Jarang yang mengetahui bahwa tertawa sebanyak 100 kali sama besar manfaatnya dengan bersepeda selama 15 menit. Bahkan menurut Maciej Buchowski, seorang peneliti dari Vanderbilt University, tertawa dapat mengeluarkan 50 kalori setiap 10 – 15 menit. Ditambah lagi, tertawa juga mampu membakar lemak pada perut sebanyak 3,5 kalori. Hmm.. Cocok nih dicoba oleh Anda yang sedang diet untuk mengecilkan perut.
5. Mencegah diabetes
Menurut beberapa peneliti, tertawa dapat menurunkan kadar gula pada tubuh, lho. Faktanya, kadar glukosa dan jumlah otot yang aktif di dalam tubuh akan meningkat ketika Anda tertawa. Hasilnya, kadar gula pada darah tidak akan mengendap terlalu lama di dalam tubuh.
Manfaat tertawa bagi kesehatan jiwa
Selain memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik, tentu tertawa juga menyimpan banyak kebaikan bagi kesehatan mental Anda, seperti :\
1. Obat stress
Michael Miller dari Univesity of Maryland mengatakan bahwa tertawa akan mempengaruhi mengurangi produksi hormon yang menyebabkan stres. Sebab, secara psikologis, tertawa mampu  mengubah perspektif Anda menjadi lebih realistis. Sehingga kemudian kecenderungan Anda untuk mendramatisasi sesuatu -yang adalah penyebab utama stres- akan berkurang. Hasilnya? Masalah Anda tentu akan terasa lebih ringan dan stres pun akan berkurang.
2. Memperpanjang usia
Tahukah Anda, bahwa dengan tertawa, pikiran Anda akan cenderung memproduksi hal-hal yang positif? Hal inilah yang kemudian dapat membuat Anda merasa lebih tenang dan terhindar dari stres. Nah, jika Anda menjalani semua hal dengan tenang dan terus berpikiran positif, kondisi mental Anda akan menjadi lebih sehat dan tentunya berpengaruh terhadap kesehatan tubuh.
3. Awet muda
Pernahkah Anda mendengar ungkapan bahwa terus-terusan cemberut akan membuat wajah menjadi lebih cepat tua?  Hal ini ternyata ada penjelasannya, lho. Ternyata, ketika Anda tertawa terbahak-bahak, puluhan atau ratusan otot wajah dan seluruh otot di tubuh  serentak akan bergerak sehingga wajah Anda berada dalam kondisi rileks. Karenanya, tidak akan mudah muncul kerutan di wajah Anda.
4. Meningkatkan kepercayaan diri
Bagi Anda yang sering merasa kurang percaya diri dalam hidup, banyak-banyaklah tertawa, ya. Sebab, tertawa bisa membuat Anda lebih berani dan percaya diri dalam menghadapi segala konflik yang terjadi. Otomatis hal tersebut membuat Anda terbebas dari kata cemas dan depresi yang disebabkan oleh jiwa yang negatif.
Nah, setelah tahu manfaatnya, masih enggankah Anda untuk memperbanyak tawa?

Minggu, 19 Maret 2017

Anda Sering Marah Tanpa Alasan? Mungkin Ini Penyebabnya


Rasa marah tentunya merupakan hal yang normal dan wajar dirasakan. Mengapa? Sebab sama halnya dengan perasaan bahagia dan sedih, marah sejatinya merupakan bentuk ekspresi dari kondisi emosional diri terhadap suatu keadaan atau situasi. Penyebab munculnya rasa marah pun sangatlah beragam, mulai dari tersinggung, kecewa, kesal, hingga sakit hati.
Namun, bagaimana jadinya jika Anda selalu merasa mudah marah tanpa sebab yang jelas? Hati-hati! Karena bisa saja kondisi tersebut disebabkan oleh masalah psikologis atau bahkan pengaruh dari penggunaan obat-obatan tertentu. Mau tahu lebih banyak? Ayo, simak poin lengkapnya berikut ini :
1. Depresi
Seringkali, Anda lebih memilih untuk menyimpan semua perasaan sedih dan kecewa di dalam hati. Waspada! Karena hal tersebut dapat menjadi pemicu timbulnya berbagai masalah psikologi, salah satunya adalah depresi. Karena disebabkan oleh beragam faktor -seperti lingkungan sosial, tekanan pekerjaan, hingga konflik-, banyak orang kemudian tidak menyadari bahwa mereka tengah menderita depresi. Efeknya, rasa panik dan gelisah pun rentan datang sehingga mereka akhirnya lebih mudah tersinggung dan marah.
2. Program diet
Seperti yang telah diketahui, program diet mengharuskan Anda untuk mengurangi porsi makan. Nah, jarang yang mengetahui bahwa hal ini bisa jadi salah satu penyebab Anda selalu merasa marah, lho! Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Jane Wardle dari University College London, yang menyatakan bahwa keputusan untuk membatasi diri dari konsumsi bahan pangan favorit ternyata dapat meningkatkan kadar depresi. Tidak heran jika akhirnya hal tersebut membuat mereka yang sedang berdiet jadi mudah tersinggung dan marah-marah. Mengejutkan!
3. Premenstrual Syndrome (PMS).
Ketika seorang wanita mengalami Pre-Menstrual Syndrome (PMS), maka tubuhnya akan mengalami beberapa perubahan hormonal. Salah satunya adalah menurunnya jumlah hormon estrogen. Lalu, apa hubungannya dengan emosi?  Harus Anda ketahui, bahwa estrogen berfungsi untuk mendatangkan rasa nyaman dan bahagia. Selain itu, hormon ini juga berperan penting dalam meregulasi nafsu makan, mood, serta pola tidur. Wah, jadi tidak heran, ya,  kenapa kaum hawa cenderung bertingkah lebih emosional jika mereka sedang mengalami PMS!
4. Gen dalam tubuh
Para ilmuwan dari University of Bonn di Jerman menemukan fakta bahwa gen DARPP-32 mempengaruhi tingkat kadar dopamine, yaitu suatu zat kimia dalam otak yang berhubungan dengan sifat marah dan agresif. Untuk mengetahui apakah Anda memiliki gen ini, lakukanlah pemeriksaan ke dokter atau rumah sakit terdekat.
5. Obat tidur
Dr. Helen Stokes Lampard dari Royal College of General Practitioners menyatakan bahwa terdapat beberapa obat-obatan yang pemakaiannya berdampak pada keadaan psikologis si pengguna. Salah satu contohnya adalah obat tidur jenis Benzodiazepin. Jarang yang mengetahui bahwa obat jenis ini dapat menyulut emosi seseorang karena kinerjanya ternyata memperlambat berbagai fungsi otak. Uh, mengerikan!
5. Hipertiroidisme
Hipertiroidisme merupakan kondisi di mana kelenjar tiroid Anda memproduksi hormon tiroid terlalu banyak. Kondisi ini biasanya banyak dialami oleh wanita; dan menurut Dr. Neil Gittoes, seorang ahli endokrinologi di University Hospitals Birmingham dan BMI the Priory Hospital, kelebihan hormon tiroid terbukti dapat memengaruhi suasana psikis seseorang. Lho, kok bisa? Ketika kelenjar tiroid bekerja terlalu aktif, maka rasa gelisah dan gugup cenderung akan meningkat. Nah, hal inilah yang kemudian membuat seseorang sulit berkonsentrasi hingga akhirnya merasa frustasi dan emosi terhadap lingkungan sekitar. Wah, cukup berbahaya, ya!
Itu tadi beberapa alasan mengapa seseorang bisa merasa marah tanpa sebab. Seyogyanya, mengendalikan amarah adalah cara terbaik yang dapat Anda lakukan. Cobalah beberapa alternatif relaksasi diri, mulai dari yoga, mendengarkan musik, hingga melakukan hobi. Niscaya, Anda pun akan lebih mudah mengontrol emosi. Selamat mencoba!

#sehatitumudah

Kamis, 16 Maret 2017

6 Cara Mudah Hilangkan Komedo


GoDok- Beberapa masalah kulit wajah memang terbukti menyebalkan dan sulit untuk dihilangkan. Salah satunya adalah komedo, si bintik hitam yang seakan muncul terus menerus tanpa bisa Anda cegah. Komedo sejatinya merupakan benjolan ekstra kecil yang muncul akibat pori-pori wajah tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Jika sudah muncul di wajah, komedo biasanya akan menumpuk di ujung hidung sehingga membuat area tersebut tampak hitam. Tak ayal, kehadirannya seringkali membuat rasa kepercayaan diri Anda menurun drastis.
Lalu, adakah cara mudah untuk mencegah, atau bahkan mengatasi komedo? Tentu saja ada, terlebih lagi Anda dapat pula mempraktikkannya di rumah. Penasaran? Yuk, simak cara-cara alami berikut yang dapat Anda gunakan demi mengurangi komedo!
1. Buatlah masker putih telur dan jeruk nipis
Selain berkhasiat dalam mencegah datangnya jerawat, putih telur ternyata juga bagus untuk menghilangkan komedo, lho! Untuk pemakaiannya, Anda cukup mencampurkan putih telur dan perasan jeruk nipis dalam satu mangkuk. Bersihkanlah wajah Anda dengan sabun muka, lalu oleskan campuran tadi secara merata ke wajah Anda layaknya masker. Diamkanlah hingga mengering, kemudian bilas dengan air bersih. Cukup mudah, kan?
2. Manfaatkan baking soda
Baking soda dikenal luas sebagai salah satu bahan pembuat kue. Namun, jangan salah,  fungsinya ternyata tak hanya berhenti di situ. Baking soda juga mampu membersihkan kotoran, bakteri, serta sel kulit mati dari wajah Anda. Untuk penggunaannya, Anda cukup mencampurkan satu sendok baking soda dengan sedikit air, lalu mengaduknya hingga menjadi semacam pasta. Oleskanlah pasta ini ke bagian wajah yang berkomedo, lalu biarkan selama 10 menit hingga mengering dan bilas dengan air bersih.
3. Seraplah uap air panas
Jika ingin membasmi komedo membandel, maka biasakanlah wajah Anda untuk menyerap uap air panas. Anda dapat melakukannya dengan mendidihkan 1-2 liter air, menuangnya ke dalam sebuah baskom atau mangkuk besar, lalu menghadapkan wajah Anda pada uap yang keluar dari air mendidih tersebut. Sembari melakukannya selam 3-5 menit, tekanlah sekitaran komedo di wajah Anda, hingga bagian putihnya keluar. Jika sudah, bersihkan wajah Anda dengan handuk bersih.
4. Manfaatkan kayu manis
Bagi Anda yang memiliki kegemaran memasak, pastinya sudah tidak asing lagi dengan bumbu dapur yang satu ini. Kayu manis merupakan jenis rempah anti-bakteri yang dapat diolah menjadi masker untuk menghilangkan komedo dan jerawat. Caranya, campurkan sepotong kayu manis dengan madu agar terbentuk pasta yang kemudian dapat Anda oleskan tipis pada bagian wajah berkomedo. Biarkan pasta mengering selama 15 menit, lalu bersihkan wajah Anda dengan pembersih wajah alami dan oleskan pelembab  setelahnya.
5. Gunakan buah pepaya
Pepaya telah lama dipercaya berkhasiat dalam mengatasi komedo, lho! Untuk penggunaannya, potonglah buah ini menjadi beberapa bagian, lalu hancurkan hingga halus agar menjadi masker. Tempelkan masker pepaya ini pada daerah yang berkomedo, lalu diamkan selama 15 menit dan bilas wajah dengan air bersih setelahnya. Lakukan hal ini rutin di malam atau pagi hari ya.
6. Campurlah kunyit dan minyak kelapa
Tak hanya populer sebagai bumbu masak, kunyit juga dikenal bagus untuk perawatan kulit wajah karena memiliki kandungan anti-oksidan yang tinggi. Terutama kunyit kasturi yang bisa Anda dapatkan di pasar India tradisional terdekat. Penggunaannya cukup dengan mencampurkan sedikit tumbukan kunyit kasturi dengan minyak kelapa hingga membentuk pasta. Oleskanlah campuran ini pada bagian wajah berkomedo, dan tunggu hingga kering selama 10-15 menit  lalu bilas dengan air hangat.
Jangan lupa, cara-cara di atas akan bekerja optimal apabila Anda melakukannya secara rutin, yaitu sekitar 2-3 kali dalam seminggu. Bersihkan pula wajah Anda selalu dengan handuk yang halus dan bersih, ya! Jadi, selamat mencoba!


#sehatitumudah

Rabu, 15 Maret 2017

Jangan Ragu! Ternyata, Ini Manfaat Ciuman dan Pelukan Bagi Kesehatan


GoDok- Ciuman dan pelukan; dua hal yang sering kita lakukan untuk menunjukkan rasa sayang pada seseorang, seperti orangtua, saudara, sahabat, atau bahkan kekasih. Walaupun kadang tabu untuk diperbincangkan, namun ternyata pelukan dan ciuman memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, lho!
Ternyata, ciuman dan pelukan tidak sebatas aktivitas fisik saja, lho! Buktinya, kegiatan ini turut memengaruhi keseimbangan sistem saraf serta produksi beberapa jenis hormon di dalam tubuh. Penasaran jenis hormon apa saja yang dipengaruhi oleh 2 kebiasaan penuh cinta ini; serta apa manfaatnya bagi tubuh? Yuk, simak poin lengkapnya di bawah!
1. Oksitosin
Jenis hormon pertama yang produksinya terpacu oleh ciuman dan pelukan adalah hormon oksitoksin. Oksitosin -yang juga dikenal sebagai hormon cinta- berfungsi untuk mengurangi rasa cemas, ketegangan, dan stres. Lebih lanjut, produksi oksitosin dalam tubuh juga terbukti dapat menciptakan perasaan nyaman, empati, serta gairah seksualitas.
2. Kelenjar timus
Seperti yang telah kita ketahui, kelenjar timus yang terletak di dada bagian atas merupakan organ utama pada sistem limfatik. Lalu, apa fungsi kelenjar ini? Usut punya usut, kelenjar timus berfungsi untuk menghasilkan hormon yang mendorong pertumbuhan, perkembangan dan pematangan seksual, serta sebagai katalisator produksi sel imun yang disebut limfosit T. Limfosit T, atau sel-T, adalah sel darah putih yang bertugas melindungi tubuh dari organisme asing (bakteri dan virus) agar tidak menginfeksi tubuh.
3. Dopamin
Dopamin; senyawa neurotransmitter yang dibentuk di otak dan organ tubuh lainnya serta. Pada susunan saraf pusat, dopamin berperan dalam mengatur pergerakan tubuh, perkembangan kognitif, daya ingat, emosi, serta siklus tidur. Selain itu, domapin yang juga dikenal sebagai anti-depresan alami, juga berkhasiat sebagai mood booster. Hasilnya, tidak hanya motivasi pribadi saja yang meningkat, namun Anda pun akan terhindar dari  stress, penurunan nafsu makan, gangguan seksual, serta mood swing.
4. Serotonin
Hormon selanjutnya yang diproduksi tubuh ketika Anda berpelukan atau berciuman adalah serotinin. Apa saja fungsi hormon ini? Ini dia penjelasan lengkapnya!
–  Berperan dalam mempengaruhi perasaan
Fungsi utama serotonin adalah sebagai neurotransmitter yang bekerja pada susunan saraf pusat di otak. Karenanya, serotonin berperan dalam mempengaruhi perasaan bahagia dan hasrat, merangsang rasa lapar, mengatur suhu tubuh, hingga meningkatkan daya ingat.
– Berkontribusi dalam proses penyembuhan luka
Tahukah Anda, bahwa serotonin akan dikeluarkan oleh trombosit ketika darah menggumpal? Nah, dari fakta inilah, dapat dipahami bahwa serotonin juga berfungsi untuk membantu mengatur pembekuan darah, hemostasis, serta vasokonstriktor.
5. Keseimbangan sistem saraf
Bayangkan! Pada saat berpelukan atau berciuman, akan terjadi konta serta sentuhan antar kulit. Nah, perlu Anda ketahui,  kulit mengandung jaringan yang berhubungan langsung dengan otak melalui saraf vagus dan sistem saraf parasimpatik.  Apa itu saraf vagus dan sistem parasimpatik; serta apa fungsinya? Yuk, intip penjelasan lengkapnya di bawah ini!
–  Saraf vagus
Saraf vagus -yang merupakan jenis saraf terpanjang dan paling banyak didistribusikan dalam tubuh manusia- berperan dalam pengiriman sinyal antara otak dengan berbagai sistem tubuh. Jangan anggap remeh saraf yang satu ini, ya! Sebab, pengiriman sinyal dari saraf vagus erat kaitannya dengan ritme detak jantung, kemampaun berbicara,  tekanan darah, sistem pencernaan, produksi glukosa, serta sistem pernapasan.
–  Sistem parasimpatis
Perlu Anda ketahui bahwa proses pengiriman sinyal dari saraf vagus ternyata memicu kerja sistem saraf parasimpatis. Jika sudah begitu, maka Anda akan merasakan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti meningkatnya  kekebalan sel, organ, jaringan, dan sel-sel induk.
Itu tadi beberapa manfaat ciuman dan pelukan bagi kesehatan -terutama yang berhubungan dengan sistem saraf serta produksi hormon- yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!