Selasa, 02 Mei 2017

Bahaya Lembur Bagi Kesehatan Anda

http://brighterlife.co.id
Beberapa orang mungkin semangat ketika mendengar kata ‘lembur’, karena di akhir bulan akan mendapatkan bonus gaji sebagai kompensasi. Meskipun bermanfaat dari segi finansial, bekerja lembur secara berlebihan ternyata tidak baik bagi kesehatan fisik dan mental. Kenapa? Ini dia beberapa alasannya:
1. Meningkatkan kemungkinan mengonsumsi alkohol
Berdasarkan 61 penelitian yang dipublikasikan oleh BMJ (British Medical Journal), terungkap bahwa pekerja yang bekerja lebih dari 48 jam perminggu mengalami peningkatan risiko menjadi alkoholik sebanyak 12-13%. Konsumsi alkohol yang berlebihan akibat lembur dapat menyebabkan meningkatnya risiko kesehatan, seperti, penyakit jantung, stroke, kanker, dan penyakit liver.

2. Pemicu Penyakit Mematikan
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Claire C. Caruso, Ph.D., R.N. dan beberapa rekannya di Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada tahun 2004, ditemukan bahwa kerja lembur dapat mengakibatkan menurunnya kesehatan tubuh, rasa tidak nyaman pada leher dan bagian muskuloskeletal (sendi, ligament, otot, saraf, tendon, serta tulang belakang), meningkatkan risiko kematian, dan mengurangi tingkat kinerja serta produktivitas.

Sumber: www.go-dok.com
 

Jumat, 28 April 2017

Menikmati Masturbasi yang Berujung Petaka

http://lifestyle.okezone.com/read/2017/01/28/481/1603246/top-health-2-ladies-jangan-pernah-masturbasi-dengan-sayur-dan-buah
Siapa sih yang tidak mengenal istilah masturbasi? Hampir semua orang  baik pria , wanita, remaja maupun dewasa pasti pernah melakukannya. Maturbasi merupakan kegiatan penyaluran hasrat seksual yang dilakukan dengan sengaja merangsang alat kelamin. Tahu gak sih? Faktanya, dalam sebuah data penelitian nasional, terungkap bahwa sebanyak 89% wanita dan 95% pria pernah melakukan masturbasi. Hayo.. apakah Anda salah satunya? Penasaran mengenai fakta masturbasi, risiko, serta pandangan masyarakat mengenainya? Sebaiknya simak terlebih dahulu penjelasan berikut:

Batas-batas masturbasi dan pandangan masyarakat

Pandangan masyarakat di Indonesia terhadap masturbasi sangatlah negatif dan masih menjadi suatu hal yang dianggap tabu. Bahkan, pelaku masturbasi kadang bisa dicap memiliki gangguan seksual. Karena hal tersebut biasanya mereka enggan untuk berkonsultasi dengan dokter karena rasa malu. Padahal, meskipun sebenarnya tidak berbahaya bagi kesehatan, terdapat beberapa aturan yang harus dipenuhi dalam melakukan masturbasi; seperti :

– Tidak melakukannya hingga terobsesi atau  kecanduan

– Tidak menjadikan masturbasi sebagai rutinitas dan melakukannya secara berlebihan; misalnya hingga 5-10 kali dalam sehari

– Memperhatikan alat yang digunakan untuk masturbasi, jangan gunakan alat berbahaya yang dapat menimbulkan luka, berpotensi menimbulkan penyakit, dan tidak higienis.

Hal-hal tersebut penting diketahui jika Anda mempertimbangkan untuk melakukan masturbasi. Jika tidak, akan timbul efek negatif yang pada akhirnya akan membahayakan kesehatan alat kelamin dan psikologis Anda. Tentunya, bahaya yang ditimbulkan dari masturbasi berbeda antara pria dan wanita.  Mulai dari menyebabkan turunnya produksi sperma, datangnya penyakit seksual, hingga kemandulan. Untuk mengenali lebih jauh mengenai bahaya-bahaya yang ada, mari simak daftar dan penjelasan berikut :


Sumber: www.go-dok.com

Rabu, 26 April 2017

Ingin Semakin Hot di Ranjang? Sebaiknya Konsumsi Makanan Ini!

http://merantionline.com


Bagi para pria, memuaskan pasangan di ranjang tentunya menjadi kepuasan sekaligus pembuktian terhadap diri sendiri. Karenanya, untuk urusan yang satu ini, Anda pasti melakukan usaha terbaik untuk mencapai performa yang maksimal, bukan? Nah, Menurut para seksolog, kardiolog dan psikolog, performa maksimal di ranjang itu ditentukan dari makanan yang Anda konsumsi, lho.

Mengapa makanan menjadi penting? Perlu Anda ketahui, bahwa jumlah dan jenis makanan yang Anda konsumsi memiliki dampak yang sangat besar bagi kesehatan seksual. Dengan demikian, apa yang Anda makan tentu akan menjadi sangat penting. Steven Lamm, M.D., dari New York University School of Medicine, mengatakan bahwa pada dasarnya, apa yang baik bagi jantung juga bagus untuk seks yang lebih baik. Penasaran makanan apa saja yang dimaksud? Yuk, simak daftarnya berikut ini :

1. Sayuran hijau
Selain menyehatkan jantung dan pencernaan, sayuran hijau ternyata juga bagus untuk performa seksual Anda, lho. Dalam hal ini, sayuran hijau yang paling baik dikonsumsi adalah bayam, yang mengandung magnesium tinggi sehingga membantu pelebaran pembuluh darah. Aliran darah yang lebih baik ke alat kelamin menciptakan gairah yang lebih besar untuk pria dan wanita. Selain bayam, brokoli, kubis, serta lobak juga merupakan sumber folat dan nutrisi yang baik untuk kehidupan seksual Anda.

2. Teh tanpa gula
Jangan takut makan teh tanpa gula! Dengan tiadanya gula, senyawa katekin dalam teh akan lebih terasa manfaatnya. Senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan yang meningkatkan aliran darah di seluruh tubuh guna mendukung daya tahan otak dan seks. Selain itu, senyawa katekin juga dapat meningkatkan daya ingat, suasana hati, serta membuat otak lebih fokus.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, hindari pula kebiasaan mengonsumsi minuman ringan atau bersoda yang mengandung kadar gula tinggi. Sebab, jika Anda terlalu banyak konsumsi gula, selain memicu diabetes, maka kemampuan tubuh anda memproduksi endorfin akan menurun. Endorfin yang rendah berdampak pada menurunnya hasrat seksual anda.

Read More....

(Sumber artikel: www.go-dok.com)

Senin, 24 April 2017

Yuk, Kenali Serba-Serbi Cantengan!

Pernahkah Anda mengalami cantengan? Kondisi yang dalam istilah medis disebut pula dengan paronychia ini selalu membuat penderitanya risau ketika muncul. Pasalnya, cantengan datang dibarengi dengan rasa sakit dan membuat Anda kesulitan dalam berjalan. Sebagian besar cantengan terjadi disebabkan oleh infeksi bakteri namun tidak menutup kemungkinan jamur menjadi penyebabnya. Dari segi medis, cantengan dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
1. Akut
Cantengan yang bersifat akut akan dicirikan dengan rasa sakit, bengkak, warna kemerahan di sekitar area yang terinfeksi. Cantengan jenis ini disebabkan oleh infeksi bakteri melalui luka terbuka akibat perawatan kuku jari (menikure), potongan kuku terlalu pendek, serta kebiasaan menggigiti kuku dan menghisap jari.
2. Kronis
Cantengan yang bersifat kronis biasanya disebabkan oleh jamur Candida. Umumnya, cantengan jenis ini terjadi pada area kulit yang terlalu sering bersinggungan dengan air atau bahan kimia lainnya melalui kegiatan seperti mencuci piring, hairdressing, dokter gigi, keperawatan.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan saat mengalami cantengan ?

Sejatinya, penanganan awal untuk cantengan dapat kita lakukan sendiri lho. Bagaimana caranya? Mudah saja, Anda cukup merendam kuku yang mengalami cantengan di dalam air hangat sebanyak 3-4 kali setiap harinya. Sebagai tambahan, Anda juga harus menggunakan perban di bagian jari yang terinfeksi agar tetap higienis dan tidak mudah terkontaminasi bakteri lain. Selain itu, perban yang basah juga harus diganti minimal sebanyak dua kali dalam sehari. Untuk mempercepat penyembuhan, Anda dapat menggunakan antibiotik berupa salep atopik yang banyak dijual di apotik. Oleskan salep tersebut secara teratur pada bagian kulit yang mengalami cantengan.  Biasanya, penggunaan ini dapat membantu dalam pembunuhan bakteri dan mempercepat pemulihan. Namun sebaiknya temui dahulu dokter untuk menggunakan hal ini, ya!
Ingat! Anda harus waspada dan segera berkonsultasi dengan dokter apabila cantengan dalam beberapa hari tidak menunjukan tanda kesembuhan dan bila cantengan disertai dengan gejala lain seperti demam atau tubuh terasa menggigil


Apakah terdapat cara untuk mencegah terkena ?
Meskipun bukan penyakit yang termasuk dalam kategori serius, namun cantengan menjadi penyakit yang bisa mengganggu akitivitas Anda. Cantengan bisa dicegah dengan mengubah kebiasaan buruk , seperti :
  1. Tidak menggigit kuku, menghisap jari, memotong kuku terlalu pendek
  2. Apabila Anda sering melakukan kegiatan yang bersinggungan dengan air dan bahan kimia seperti mencuci piring atau pakaian, maka sebaiknya gunakan sarung tangan karet saat betraktivitas. Tujuannya? Tentu saja agar kuku senantiasa terlindungi dari bahaya bahan kimia tersebut.
  3. Khusus untuk para perempuan, kebiasaan Anda menggunakan kuku palsu juga menjadi salah satu penyebab munculnya cantengan. Pasalnya, lem yang digunakan untuk menempelkan kuku palsu dapat menyebabkan iritasi jika Anda memiliki kulit sensitif. Iritasi inilah yang kemudian menyebabkan luka dan membuka jalan masuk bagi bakteri sehingga menimbulkan cantengan.
(Baca: Ini Dia Cara Alami Bersihkan Jari Kuku!)

Anda hanya memiliki satu pilihan agar terhindar dari cantengan yaitu dengan selalu menjaga kebersihan kuku, tidak membuat kuku terlalu sering bersinggungan dengan bahan kimia dan yang tidak kalah penting adalah menjadi kebersihan dari peralatan yang biasa digunakan untuk merawat kuku. Lebih baik Anda menggunakan peralatan tersebut untuk diri sendiri dan tidak meminjamkannya kepada orang lain.
Semoga bermanfaat!

Sumber artikel: www.go-dok.com

Minggu, 16 April 2017

Ini Dia 7 Bahan Alami untuk Melebatkan Alis Mata!

 

Bagi Anda penggila fashion show, pasti sudah tak asing lagi dengan nama Cara Delevingne. Model kenamaan asal London yang tengah naik daun ini memiliki alis mata yang menawan; lebat dan melengkung sempurna.
Tidak jarang, Anda yang melihatnya merasa ingin memiliki alis seperti itu agar  wajah tampak lebih menarik. Biasanya, Anda akan pergi ke salon, dan membentuk alis dengan cara mencukurnya lalu menebalkannya dengan pensil alis. Namun, bukannya menambah lebat alis, cara-cara ini lama-kelamaan justru membuat bulu alis menipis. Nah, karena itulah, untuk menambah dan mempertahankan ketebalan alis, Anda sebaiknya menggunakan bahan-bahan alami. Apa sajakah bahan-bahan tersebut? Yuk, simak daftar berikut ini untuk mengetahuinya!

1. Minyak Kelapa

Tak hanya berkhasiat untuk melebatkan rambut, ternyata minyak kelapa juga berkhasiat melebatkan alis mata. Kandungan vitamin E, protein, dan nutrisinya mampu menjadikan alis Anda lebih tebal dan sehat. Untuk penggunaannya, Anda hanya perlu mengoleskan minyak kelapa hangat di alis mata pada malam hari. Cucilah wajah Anda ketika bangun keesokan paginya.

2. Minyak zaitun 

Minyak yang telah lama dikenal dan digunakan dalam bidang kuliner ini ternyata dapat pula menebalkan alis mata Anda, lho. Faktanya, minyak zaitun mengandung Vitamin E yang dapat menutrisi rambut dan Vitamin A yang mampu menstimulasi produksi sebum (minyak natural pada tubuh) sehingga rambut tumbuh lebih lebat. Untuk penggunaannya, Anda cukup mengoleskan minyak zaitun ke sekitar alis dan pijat secara perlahan. Lakukan hal ini selama beberapa jam, lalu bilas wajah Anda dengan air bersih. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, laukan hal ini setiap hari, ya!
 
3. Vitamin E

Dewasa ini, kandungan vitamin E sudah banyak dijual dalam bentuk kapsul. Nah, di dalam kapsul vitamin tersebut, terdapat kandungan tocotrienol; suatu antioksidan yang mampu melenyapkan penghambat utama pertumbuhan alis mata, yaitu stres. Selain itu, minyak Vitamin E di dalam kapsul juga mampu mengatasi rambut rontok dan membantu pertumbuhan rambut. Karenanya, Anda dapat mengoleskan minyak vitamin E tersebut ke sekitar alis mata sebelum tidur di malam hari. Setelah dioles, pijatlah alis mata selama beberapa menit lalu basuh wajah dengan air bersih keesokan paginya. Jika hal ini rutin Anda lakukan, percaya deh hanya dalam hitungan minggu, alis mata Anda sudah tumbuh lebat.

4. Kuning telur

Tak hanya enak dimakan, protein yang ada pada telur ternyata juga mampu membuat alis mata Anda menjadi lebih lebat. Cara memanfaatkannya pun cukup mudah, lho. Anda cukup mengoleskan kuning telur di sekitar alis dan biarkan selama beberapa menit. Setelah itu, bilas wajah Anda dengan air bersih.


5. Lemon

Jarang yang tahu bahwa selain menyehatkan tubuh, lemon berkhasiat pula untuk menebalkan alis mata. Kandungan Vitamin B, C, dan kandungan lainnya dalam buah lemonlah yang mampu membuat alis mata tumbuh lebih lebat. Cukup dengan menggosokkan buah lemon ke sekitar alis selama 20 menit. Setelah itu, basuh wajah dengan air hangat. Jangan biarkan alis terkena matahari setelah 2 jam pemakaian.  Anda akan merasakan sedikit parah di awal penggunaan, tetapi akan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, hentikan jika anda mengalami iritasi.

6. Minyak jojoba

Minyak jojoba telah banyak digunakan dalam obat-obatan tradisional untuk mengobati bermacam-macam masalah kulit. Selain itu, kandungan yang terdapat pada jojoba oil mampu melebatkan, melindungi dan mencerahkan rambut pada alis mata. Penggunaannya cukup mudah, lho. Anda tinggal mengoleskan minyak jojoba ke sekitar alis mata sebelum tidur setiap harinya. Saat bangun keesokan paginya, bilaslah wajah Anda dengan air bersih.

7. Susu

Tak ada yang tak kenal susu. Manfaatnya sangat banyak, mulai dari menyehatkan tulang hingga melembutkan kulit. Nah, satu manfaat susu yang jarang Anda ketahui adalah melebatkan dan menyehatkan alis mata melalui kandungan proteinnya. Untuk merasakan manfaat tersebut, Anda cukup mengoleskan air susu dengan menggunakan kapas ke sekitar alis mata. Setelah itu, biarkan selama 15 menit lalu basuhlah dengan air bersih. Lakukan hal ini setiap hari untuk mendapatkan hasil yang maksimal.


Jadi, jangan ragu utuk mencoba cara-cara alami agar alis mata tumbuh semakin lebat. Selamat mencoba!

Sumber: www.go-dok.com

Rabu, 12 April 2017

Dampak “Working Mom” Terhadap Kepribadian Anak

Memiliki karir yang cemerlang adalah impian setiap orang, termasuk kaum wanita. Namun, hal ini menjadi tantangan tersendiri ketika si kecil hadir di tengah-tengah keluarga. Ibu cenderung merasa takut jika nanti pekerjaannya akan berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak. Benarkah begitu? Ternyata salah. Justru, ibu yang memililki pekerjaan di luar rumah akan memberikan dampak positif bagi anak, seperti:
1. Anak menjadi bertanggung jawab dan mandiri

Anak dengan ibu yang bekerja akan lebih mandiri dan terbiasa melakukan perkerjaan rumah seperti menyapu, mencuci piring, dan mengurus saudara yang lebih kecil. Hal ini terjadi karena buah hati meniru dan melihat sosok bunda yang berperan ganda, yaitu sebagai kepala rumah tangga sekaligus sosok ibu yang bertanggung jawab bagi keluarga.


2. Anak menjadi termotivasi dalam belajar
Memiliki ibu yang bekerja akan membuat anak juga ingin seperti mereka. Karenanya, mereka akan lebih semangat dalam belajar karena ingin menggapai cita-cita yang di idamkan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pendapatan perempuan dari ibu yang bekerja lebih tinggi 23% daripada mereka dari ibu yang tidak bekerja.


3. Anak menjadi lebih giat dan pantang menyerah

Dengan bekerja, ibu dapat menunjukkan kepada anak jika segala sesuatu dapat dicapai dengan bekerja keras. Karenanya, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang giat dan pantang menyerah. Selain itu, working mom juga dapat membagikan pengalaman suksesnya sebagai salah satu bentuk motivasi untuk buah hati.

4. Anak lebih terbuka terhadap peran gender

Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa pria yang tumbuh dengan ibu yang bekerja cenderung tidak segan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Lho, kok bisa? Ini dikarenakan ia melihat sosok ibu turut memainkan peran sebagai kepala rumah tangga yang turut mencari nafkah. Akhirnya, ia akan menjadi pribadi yang paham bahwa gender tidak berhubungan dengan pembagian tugas di rumah. Luar biasa, bukan?


5. Anak memiliki sosok yang bisa menjadi tauladan

Konsistensi, tanggungjawab, serta sifat pekerja keras working mom akan menjadikan ibu sosok yang diteladani dan diidolakan oleh anak. Selain itu, kesibukan ibu yang membuat waktu berkumpul bersama keluarga menjadi terbatas mampu mengajarkan anak bahwa  family time yang berkualitas sangatlah berharga.

Tidak usah takut dengan mitos yang mengatakan bahwa ibu yang bekerja akan memberikan pengaruh negatif kepada anak. Michelle Terry, MD., dokter anak, mengatakan bahwa proses tumbuh kembang si kecil lebih dipengaruhi oleh kesehatan emosional keluarga dan pola asuh yang diterapkan. Selama Anda memilih untuk menjadi working mom dan tetap mencurahkan perhatian dan kasih sayang yang cukup, pekerjaan tidak akan berakibat buruk bagi anak. Selamat bekerja!


Jumat, 07 April 2017

Jangan Lengah! Berikut Tanda-Tanda Si Kecil Mulai Manja

GoDok – Perkembangan teknologi yang berkembang amat pesat saat ini memang harus diakui  membawa banyak perubahan yang berdampak di segala sisi dalam masyarakat, termasuk dalam hal parenting, atau mengasuh anak. Kini, dengan mudah Anda dapat melihat banyak anak sejak usia balita lebih akrab dengan gadget ketimbang orangtua mereka. Tak jarang, orangtua memberikan gadget untuk dimainkan demi menenangkan sikap rewelnya. Jika cara ini yang Anda gunakan untuk memuaskan kebutuhan anak, berhati-hatilah. Sebab, bisa jadi Anda tengah membesarkan si kecil menjadi sosok yang manja.
Di masa kini, apa yang dibutuhkan orangtua dalam mendidik anak?

Dalam  dunia yang kerap berubah, membesarkan si buah hati dengan tujuan agar mereka mendapat kebahagiaan semu merupakan hal yang sia-sia. Tricia Ferrara, seorang pakar di bidang terapi keluarga dan parenting strategis, mengatakan bahwa anak-anak membutuhkan proses beradaptasi dan mengatasi setiap tantangan di dalam lingkungan yang berubah-ubah saat ini. Dan sudah menjadi tugas Anda sebagai orangtua untuk memberikan pengalaman menjalani proses tersebut kepada si kecil.


Lebih lanjut, menurut Ferrara, jika anak tidak pernah mendapatkan setiap keinginannya dari hasil usaha sendiri, melainkan hanya dengan mudah meminta dari orangtua, ia tak akan mampu ‘berlari’ dalam waktu yang lama. Di satu sisi, orangtua tentu merasa lebih mudah menangani kerewelan anak dengan segera memenuhi keinginannya. Namun, di sisi lain hal tersebut sebenarnya tidaklah sehat bagi anak. Karena itulah, di masa kini, orangtua harus mampu mempersiapkan anak untuk mengelola tenaga mereka sendiri demi mencapai tujuan di masa depan, bukan menghasilkan anak manja yang hanya berpikir mencapai sesuatu dari usaha orang lain.

Lantas, anak seperti apa yang dapat dikatakan manja? 

Sejatinya, manja terhadap orangtua adalah hal yang wajar pada anak di bawah umur 5 tahun. Namun, jika telah melewati usia tersebut dan kemanjaan anak tak kunjung hilang, Anda perlu khawatir terhadap sikap si kecil. Terdapat tiga tanda yang dapat membuat seorang anak dikatakan manja.
Tanda-tanda ini dapat Anda amati sendiri dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Tanda pertama :  Si kecil tidak mau memakan hidangan yang sudah Anda siapkan di atas meja, dan Anda terpaksa harus menyediakan makanan lain seperti yang ia minta. Sekali-dua kali hal ini mungkin tak menjadi masalah, namun tidak untuk seterusnya. Jika si kecil menunjukkan kerewelan semacam ini, ingatkanlah ia untuk tidak hanya memakan panganan kesukaannya, dan ikut makan bersama dengan anggota keluarga lainnya.

Tanda kedua :  Si kecil menjadi kelewat rewel, bahkan mengamuk. Bagi balita, hal ini sudah biasa. Namun, jika seorang anak di atas usia 5 tahun melemparkan barang karena dia tidak mendapatkan hal yang diinginkan, hal ini tidaklah wajar. Sebab, pada usia ini anak sudah dapat memanipulasi sesuatu.

Tanda ketiga :  Si kecil menjadi terlalu bergantung kepada orang tua. Memang benar, anak harus selalu bergantung pada orang tua. Namun, jika anak tidak mau tidur sendiri, tidak mau ditinggalkan sementara bersama anggota keluarga lainnya atau pengasuh, bahkan melemparkan barang dan mengamuk saat orangtua meninggalkannya di sekolah, maka bisa jadi anak Anda sudah menjadi sosok yang manja.

Lalu, bagaimana cara agar anak tidak manja? 

Jika anak Anda telah menunjukkan ketiga tanda di atas, bertindaklah cepat untuk mengubah sifat manjanya secara perlahan. Pertama, sebagai orangtua Anda harus mulai bersikap tegas. Jangan terlalu banyak bernegosiasi atau meminta persetujuan anak atas aturan-aturan yang sewajarnya, seperti waktu menggosok gigi atau batasan jam menonton televisi. Kedua, Anda harus konsisten atas setiap perkataan, bukan memberikan ancaman kosong hanya untuk menakut-nakuti anak.


Tips terakhir, sebagai orangtua Anda juga harus kuat dalam membesarkan anak. Beberapa dari Anda mungkin tidak ingin anak menjadi marah atau takut pada disiplin yang Anda terapkan. Meskipun begitu, orangtua juga harus berani untuk kuat melihat proses pendisiplinan anak mereka, dalam arti harus ada batasan yang jelas antara kasih sayang dan sikap menghargai orangtua. Selamat mencoba!

(Sumber: www.go-dok.com